Begini nih kisahnya …..
One day gue
pernah denger kisah dari salah satu teman gue yang nge kost di
bandung. Ampir tiap kali gue ketemu dia, dia selalu bahas tentang
kampung halamannya di daerah pekan baru, dia cerita disana tuh enak
banget, tetangganya ramah, teman-teman SMU dia slalu main bareng sama
dia, apalagi keluarganya; adik nya yg masih sekolah di SD yang katanya
cantik dan gemesin, nyokapnya yang pinter masak dan bokapnya yang
bertugas sebagai Polisi selalu ngebanggain dia banget! Intinya dia
keliatan “home sick” lah, mirip-mirip sama lagunya Michael Buble yang
“Home”
Awalnya, jujur aja gue bosen beeuuuddd dengerin kisah dia, tapi lama kelamaan gue ngalamin apa yang sahabat gue rasakan loh!
Iya, gue rindu “Pulang Kampung”!!!
Iya, gue rindu “Pulang Kampung”!!!
Tiap hari gue jalanin hidup gue dengan yang namanya rutinitas maha akut!
Kerjaan gue yang tidak
kenal waktu dari pagi sampai larut malam, keadaan dan posisi gue yang
dipercayain menjadi leader dari satu kelompok psikiater muda dan spiritual, juga
hubungan dengan teman-teman yang membuat gue tidak punya waktu yang
berkualitas dalam hubungan gue dengan “rumah sejati" gue.
Apa sih “rumah sejati" itu?
Tubuh gue sendiri cooooyy!
Yup, gue nyaris ga bisa menghargai tubuh gue dalam beraktifitas, kadang lupa makan dan kurang tidur!
Sampai suatu
ketika gue merasa beberapa tanggung jawab yang udah diberikan ke gue
semua jadi acak-acakan, karena jujur aja gue ngerasa kecapekan yang
teramat sangat.
Teguran yang terkadang menyakitkan gue terima satu persatu, padahal gue dulu adalah pribadi yang memiliki tanggung jawab yang baik loh!
Untuk membenahinya bukan hal yang gampang, yang namanya kepercayaan dan tanggung jawab itu tidak bisa dilanggar coy! Akhirnya perlahan gue coba membangkitkan kembali apa yang udah gue kacaukan sendiri dengan cara “pulang kampung” Menghargai apa yang sudah Tuhan berikan dalam hidup ini, termasuk “rumah” gue sendiri !
Teguran yang terkadang menyakitkan gue terima satu persatu, padahal gue dulu adalah pribadi yang memiliki tanggung jawab yang baik loh!
Untuk membenahinya bukan hal yang gampang, yang namanya kepercayaan dan tanggung jawab itu tidak bisa dilanggar coy! Akhirnya perlahan gue coba membangkitkan kembali apa yang udah gue kacaukan sendiri dengan cara “pulang kampung” Menghargai apa yang sudah Tuhan berikan dalam hidup ini, termasuk “rumah” gue sendiri !
So, makna
dari kisah ini adalah, dimana kita semua jangan sampai terobsesi dengan
kekuasaan sehingga seringkali mengabaikan kelembutan!
Orang lemah lembut pasti mendapatkan kekuasaan, namun orang yang berkuasa belum tentu memiliki kelembutan!
Karena orang yang lemah lembut akan dapat mengatur kehidupannya dengan cermat dan me-manage segala sesuatunya dengan maksimal, namun itu semua dimulai dari bagaimana kehidupannya yang selalu dapat mengharagai, baik sesamanya maupun dirinya sendiri!
Orang lemah lembut pasti mendapatkan kekuasaan, namun orang yang berkuasa belum tentu memiliki kelembutan!
Karena orang yang lemah lembut akan dapat mengatur kehidupannya dengan cermat dan me-manage segala sesuatunya dengan maksimal, namun itu semua dimulai dari bagaimana kehidupannya yang selalu dapat mengharagai, baik sesamanya maupun dirinya sendiri!
Dan tidak lupa untuk senantiasa bersyukur kepada Sang Pencipta!
Yuk mareeee kita PULANG KAMPUNG!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar