Sabtu, 05 Januari 2013

Kenali Potensi

Potensi adalah sebuah kelebihan manusia yang diberikan Tuhan secara cuma-cuma, namun sayangnya masih demikian banyak manusia belum atau bahkan tidak mengenal potensi nya sendiri.
Banyak manusia menjadi jenuh dan merasa dirinya ga berguna ketika dia menghadapi sebuah masalah, padahal masalahnya bukanlah masalah besar. Bahkan tidak sedikit pula yang menjadi frustasi karena merasa dirinya stuck pada satu titik dan tidak mengalami kemajuan, ketika udah sampai pada posisi tersebut, rata-rata manusia mulai menyalahkan dirinya sendiri, orang-orang disektarnya atau bahkan Tuhan!
Hei, kamu ga salah, mereka ga salah, apalagi Tuhan, Dia itu maha adil!
So, apa yang harusnya kita lakukan???
Oke, kita kupas sedikit tentang yang namanya POTENSI.
Potensi adalah sebuah “kepribadian tersembunyi” dalam diri kita, setiap manusia memiliki potensi nya masing-masing, bawasannya tidak ada satu manusiapun yang tidak memiliki potensi! Dalam setiap manusia didapati potensi yang berbeda, ada yang mendapatkanya dalam bidang Psikologi, matematika, technology, bahasa, spiritual dan masih banyak lainnya. 
Ketahuilah bahwa otak manusia terdiri dari otak kiri dan otak kanan, yang berfungsi secara berbeda!
Perbedaan dua fungsi otak sebelah kiri dan kanan akan beda pada seseorang. Perbedaan teori fungsi otak kiri dan otak kanan ini telah populer sejak tahun 1960an, dari hasil penelitian Roger Sperry.
Otak besar atau cerebrum yang merupakan bagian terbesar dari otak manusia adalah bagian yang memproses semua kegiatan intelektual, seperti kemampuan berpikir, penalaran, mengingat, membayangkan, serta merencanakan masa depan.
Otak besar dibagi menjadi belahan kiri dan belahan kanan, atau yang lebih dikenal dengan Otak Kiri dan Otak Kanan. Masing-masing belahan mempunyai fungsi yang berbeda. Otak kiri berfungsi dalam hal-hal yang berhubungan dengan logika, rasio, kemampuan menulis dan membaca, serta merupakan pusat matematika. Beberapa pakar menyebutkan bahwa otak kiri merupakan pusat Intelligence Quotient (IQ).
Sementara itu otak kanan berfungsi dalam perkembangan Emotional Quotient (EQ). Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi. Pada otak kanan ini pula terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, melukis dan segala jenis kegiatan kreatif lainnya.
Selain itu, masih ditemukan hal baru di otak kita, ialah God Spot.
Studi ini menemukan bahwa responden survei yang menghadiri kegiatan spiritual seperti meditasi dan berdoa/sholat atau berpartisipasi dalam praktik keagamaan terukur dengan meningkatnya aktivitas di lobus frontal otak mereka, sehingga mereka dapat memutuskan apa yang baik dan tidak, serta memahami konsekuensi yang akan mereka terima di kemudian hari.
Diketahui bahwa sisi kanan lobus parestalis berhubungan dengan orientasi diri, sedangkan sisi kiri berhubungan dengan hubungan individu dengan orang lain. Uniknya, ketika seseorang benar-benar memiliki kedekatan dengan Tuhan atau dalam kategori spiritual, maka lobus parestalis kanannya akan rusak sehingga dia akan lebih memikirkan orang lain dibandingkan memikirkan dirinya sendiri.
Juga ditemukan bahwa orang yang mengalami kerusakan pada lobus pariestalis kanan otak, bagian otak yang berhubungan dengan orientasi diri, mempunyai pengalaman rohani yang baik serta memiliki rasa kedekatan yang tinggi dengan kekuatan spiritual dan menyebabkan menurunnya fokus pada diri sendiri. Namun, hal ini tidak dapat diartikan bahwa orang yang relegius mengalami kerusakan otak, sebaliknya hal ini selaras dengan apa yang disampaikan kitab suci bahwa seseorang tidak boleh fokus terhadap diri sendiri melainkan mendahulukan kepentingan orang lain.
Adanya beberapa bagian di otak yang merupakan God Spot membuktikan bahwa Tuhan merancang manusia dengan sedemikian rupa agar memiliki hubungan dengan pribadi-Nya. Namun seringkali manusia mengingkari kebutuhan tersebut dan menggantinya dengan hal-hal lain yang justru menyebabkan kekosongan dalam diri mereka.
Sebelum ini, penelitian serupa pernah dilakukan  Neurolog Michael Persinger di awal tahun 1990-an, juga  Ramachandran, Psikolog Amerika berkebangsaan India, bersama timnya di Universitas California (UCLA). Menurut mereka, God Spot ada dalam otak manusia yang terpasang ini terletak di antara hubungan-hubungan syaraf dalam cuping-cuping temporal otak.
Hal tersebut dapat membuktikan betapa detilnya Tuhan menciptakan otak manusia, dan ini baru saya ulas tentang otak, belum lagi hati, tubuh, jiwa dan roh!
Bayangkan demikian luar biasa nya manusia itu?
Intinya adalah, jangan pernah hidup dengan paradigma orang lain, mungkin banyak diantara mereka yang mengatakan atau memberi julukan kepadamu sebagai “si bodoh” “tolol” “bego” dan semacamnya. Secara bawa sadar, itu akan mempengaruhi hidupmu sehingga engkau akan termakan oleh intimidasi yang dapat membuatmu tidak akan mengenal siapa dirimu yang sebenarnya
Jadi, kenaliah dirimu sendiri dan maksimalkan potensi mu dengan menyuplai asupan gizi yang baik bagi otak kita, baik dengan ilmu sains maupun spiritual.
Suatu saat ketika kamu sudah mengenal siapa dirimu sendiri dan mengetahui setiap potensi dirimu, maka engkau akan terkagum-kagum kepada siapa diri sejatimu!


Selamat menemukan diri Anda yang sesungguhnya! ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar