Oke, sebelum gue bahas apa itu kecewa, gue mau sedikit cerita tentang pengalaman gue nih.
Gue tipe orang yang kalau sudah percaya ya percaya, kalau sudah sayang ya sayang, kalau sudah cinta ya cinta. Gue ga pernah menaruh curiga atau apapun yang bersifat negatif kepada orang tersebut.
Justru dimana saat gue menaruh segalanya secara penuh kepada orang-orang yang gue sayang, disana gue seringkali merasa kecewa! Why? Karena ternyata banyak diantara mereka yang tidak percaya, sayang atau cinta sama gue! Haseum pisan ga sih? Emosi, sedih kecewa bercampur aduk dalam hati gue. Mau ngadu ke siapa coba, sementara hati gue udah pahit getir sama orang-orang, seolah gada yang dapat gue percaya lagi di dunia ini gan!
Ini bukan soal hubungan pacaran loh, ini soal relationship yang jauh lebih dalam dari sekedar cinta-cintaan!
Gue tipe orang yang kalau sudah percaya ya percaya, kalau sudah sayang ya sayang, kalau sudah cinta ya cinta. Gue ga pernah menaruh curiga atau apapun yang bersifat negatif kepada orang tersebut.
Justru dimana saat gue menaruh segalanya secara penuh kepada orang-orang yang gue sayang, disana gue seringkali merasa kecewa! Why? Karena ternyata banyak diantara mereka yang tidak percaya, sayang atau cinta sama gue! Haseum pisan ga sih? Emosi, sedih kecewa bercampur aduk dalam hati gue. Mau ngadu ke siapa coba, sementara hati gue udah pahit getir sama orang-orang, seolah gada yang dapat gue percaya lagi di dunia ini gan!
Ini bukan soal hubungan pacaran loh, ini soal relationship yang jauh lebih dalam dari sekedar cinta-cintaan!
Gue pernah
ketemu sama orang yang “bisa melihat” masa depan, beliau adalah orang
taat beribadah, one day ketika beliau berpapasan sama gue, beliau bilang
gini : ” hai, boleh saya bicara dengan kamu? Siapa nama kamu? “
Gue jawab dan sebutkan nama gue apa adanya dan males-malesan alias ga niat gitu deh.
Kemudian dia meneruskan perkataannya : ” saya dapat melihat jelas masa depanmu, anak muda. Tuhan bilang sama saya bahwa kamu akan menjadi pribadi yang dapat menjadi jawaban bagi orang-orang terhilang dan menjadi wadah Kasih Tuhan untuk mereka!”
Katakan woww!! Asli gue sport jantung mendengar perkataan beliau ini, gue sampe ga sanggup menggerakan badan dan hanya terpaku diam, sampai akhirnya gue menangis! Sedih juga kaga, tapi entah kenapa gue nangis, asli gue seperti orang bodoh saat itu!
Seiring perjalanan hidup gue, gue selalu mengimani perkataan beliau ini. Gue tolong orang-orang yang kehilangan jati diri, gue bantu mereka menemukan destiny mereka, gue mengasihi siapapun yang ada di kehidupan gue! Hebat dan radical banget seorang pemuda bernama Rolando ini!
But you know what the result? —— NOTHING!
Tidak ada satupun yang menghargai dan balik mengasihi gue, perbuatan dan pengorbanan gue yang edan-edan an hanya dianggap seperti kantong sampah, yang jika kosong akan diisi terus, namun setelah penuh tidak ada tempat lain selain DIBUANG!
Yups, gue selalu dibuang! No one keep my sacrifice into their heart!
Kecewa ga jika Anda diperlakukan demikian? Selama kita masih manusia, dijamin pasti akan sakit hati dong?
Gue jawab dan sebutkan nama gue apa adanya dan males-malesan alias ga niat gitu deh.
Kemudian dia meneruskan perkataannya : ” saya dapat melihat jelas masa depanmu, anak muda. Tuhan bilang sama saya bahwa kamu akan menjadi pribadi yang dapat menjadi jawaban bagi orang-orang terhilang dan menjadi wadah Kasih Tuhan untuk mereka!”
Katakan woww!! Asli gue sport jantung mendengar perkataan beliau ini, gue sampe ga sanggup menggerakan badan dan hanya terpaku diam, sampai akhirnya gue menangis! Sedih juga kaga, tapi entah kenapa gue nangis, asli gue seperti orang bodoh saat itu!
Seiring perjalanan hidup gue, gue selalu mengimani perkataan beliau ini. Gue tolong orang-orang yang kehilangan jati diri, gue bantu mereka menemukan destiny mereka, gue mengasihi siapapun yang ada di kehidupan gue! Hebat dan radical banget seorang pemuda bernama Rolando ini!
But you know what the result? —— NOTHING!
Tidak ada satupun yang menghargai dan balik mengasihi gue, perbuatan dan pengorbanan gue yang edan-edan an hanya dianggap seperti kantong sampah, yang jika kosong akan diisi terus, namun setelah penuh tidak ada tempat lain selain DIBUANG!
Yups, gue selalu dibuang! No one keep my sacrifice into their heart!
Kecewa ga jika Anda diperlakukan demikian? Selama kita masih manusia, dijamin pasti akan sakit hati dong?
Okei, sekarang kita sedikit beralih kepada satu topik yang berbeda.
Kecewa timbul dari sebuah pengharapan yang tidak didapati. Kecewa akan selalu ada bagi kita yang selalu mengharapkan apa yang kita sudah beri harus ada kembaliannya. Kecewa akan mengikuti kemanapun kita pergi seperti roda pedati yang mengikuti jejak sapi penariknya, karena dimana ada kesombongan disana ada kekecewaan!
Paham maksud gue dengan kesombongan? Ya, ketika kita sedang mengasihani diri sendiri karena kecewa dengan hidup dan penolakan, sesungguhnya kita adalah orang sombong yang bodoh!
Hah, apa hubungannya sombong sama kecewa???
Ya ada lahhhh gan!
Secara teori, orang sombong akan cepat sekali mengalami yang namanya kecewa, karena mereka biasanya memiliki harapan dipuja dan dihargai secara berlebih. Sebaliknya dengan si rendah hati, ia tidak mudah terluka dan tidak mudah diguncangkan oleh segala jenis kekecewaan, sebab hidupnya mengandalkan KETULUSAN!
Nah, ini dia yang paling luar biasa –> TULUS.
Jika kita tulus memberikan kasih sayang, kepercayaan dan cinta, maka ketika kita tidak mendapatnya kembali, kita tidak akan mudah kecewa loh! Yang ada kita hanya tersenyum doang, karena kita sadar semua yang kita perbuat itu berlandas pada kemanusiaan yang didasari oleh kebenaran dan perintah Tuhan!
Kecewa timbul dari sebuah pengharapan yang tidak didapati. Kecewa akan selalu ada bagi kita yang selalu mengharapkan apa yang kita sudah beri harus ada kembaliannya. Kecewa akan mengikuti kemanapun kita pergi seperti roda pedati yang mengikuti jejak sapi penariknya, karena dimana ada kesombongan disana ada kekecewaan!
Paham maksud gue dengan kesombongan? Ya, ketika kita sedang mengasihani diri sendiri karena kecewa dengan hidup dan penolakan, sesungguhnya kita adalah orang sombong yang bodoh!
Hah, apa hubungannya sombong sama kecewa???
Ya ada lahhhh gan!
Secara teori, orang sombong akan cepat sekali mengalami yang namanya kecewa, karena mereka biasanya memiliki harapan dipuja dan dihargai secara berlebih. Sebaliknya dengan si rendah hati, ia tidak mudah terluka dan tidak mudah diguncangkan oleh segala jenis kekecewaan, sebab hidupnya mengandalkan KETULUSAN!
Nah, ini dia yang paling luar biasa –> TULUS.
Jika kita tulus memberikan kasih sayang, kepercayaan dan cinta, maka ketika kita tidak mendapatnya kembali, kita tidak akan mudah kecewa loh! Yang ada kita hanya tersenyum doang, karena kita sadar semua yang kita perbuat itu berlandas pada kemanusiaan yang didasari oleh kebenaran dan perintah Tuhan!
So, ketika
gue menyadari bahwa kekecewaan gue itu bersifat kesombongan, gue hanya
bisa menertawai diri sendiri, mau sampai kapan gue meratapi kebodohan
diri sendiri?
Yang namanya manusia memang butuh sebuah penghargaan dan kasih sayang yang tulus, namun bukan berarti kita dengan serakah harus mutlak menerimanya? Bukankah kita sudah puas menerima ketulusan dari Tuhan? Hayoooo?
Yang namanya manusia memang butuh sebuah penghargaan dan kasih sayang yang tulus, namun bukan berarti kita dengan serakah harus mutlak menerimanya? Bukankah kita sudah puas menerima ketulusan dari Tuhan? Hayoooo?
Nah, udah tau kan kenapa kita bisa kecewa dan slalu
merasa dikecewakan? Intinya ada dalam diri kita sendiri!
merasa dikecewakan? Intinya ada dalam diri kita sendiri!
Kecewa ada
untuk supaya kita sadar bahwa hidup ini adalah sebuah panggung sandiwara
dimana kita menjadi “pemeran utama” dalam kehidupan kita sendiri.
Kecewa dan bahagia adalah keputusan!
Mana yang kamu pilih?
Mana yang kamu pilih?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar